>>>Wise Words




Lyric - Japan :

Hi Mother, Haikei, genki ni shitemasuka?
Saikin renraku shinakute gomen Boku wa nantoka yattemasu...

Chiisana karada ni chiisana te Shiraga mo majiri Marukunatte
Shikashi boku ni wa Nani yori mo ookikute Dare yori mo tsuyokute
Sasaete kureta kono ai Dakara kodomo ni mo tsutaetai

Chikaku ni iru to iradatsu kuse ni Tooku ni iru to sabishiku kanji
Anata wa sonna sonzai Donna mondai mo Mi wo kezutte kaiketsu suru
Soshite Boku no shitteru dare yori mo Ichi-ban gamandzuyoku TAFU desu
Itsumo massaki ni ki ni suru Jibun janaku boku no karada de

Suiji sentaku Souji ni ikuji Amatta jikan sara ni shigoto shi
Ichi-ban hikui basho ni aru mono shika Motomenakattano Anata yo
Atarimae sugi wakaranakatta Hitori de kurashi hajimete wakatta
Anata no sugosa Taihensa Sore wo omoeba Kyou mo boku ganbareru sa

Chiisana karada ni chiisana te Shiraga mo majiri Marukunatte
Shikashi boku ni wa Nani yori mo ookikute Dare yori mo tsuyokute
Sasaete kureta kono ai Dakara kodomo ni mo tsutaetai

"Ashita asa shichi-ji ni okoshite" to itte
Anata jikan doori ni okoshite kurete
Shikashi Rifujin na boku wa
Neboke nagara ni iu kotoba wa "Urusee!"
Konna kurikaeshi no RUUTIN Iyana kao hitotsu sezu ni
Anata Mainichi okoshite kureta
Donna mezamashi yori atatakaku seikaku datta

Sore de mo aru hi Gakkou wo ZURUyasumi "Ikitakunai" to ii
FUton kara ichido mo denu boku mae ni Kao wo ryoute de ooikakushi
Oogoe agete naita Boku mo kanashikute naita
Sono toki boku wa "Nante baka na koto wo shitan da" to jibun semeta

Chiisana karada ni chiisana te Shiraga mo majiri Marukunatte
Shikashi boku ni wa Nani yori mo ookikute Dare yori mo tsuyokute
Sasaete kureta kono ai Kanshashitemasu My Mother

Kodomo ni sakidattareru hodo Tsurai koto nante Kono yo ni nai no dakara
Tatta ichi-byou de mo Anata yori nagaku ikiru koto Kore dake wa mamoru
Kore dake wa...

Anata no kodomo de yokatta Anata ga boku no haha de yokatta
Itsu made mo kawaranai Zutto zutto kawaranai
Boku wa anata no ikiutsushi dakara...

Chiisana karada ni chiisana te Shiraga mo majiri Marukunatte
Shikashi boku ni wa Nani yori mo ookikute Dare yori mo tsuyokute
Sasaete kureta kono ai Dakara kodomo ni mo tsutaetai

Zutto boku no haha de ite Zutto genki de ite
Anata ni wa mada shigoto ga aru kara Boku no oyakoukou uketoru shigoto ga...


Lyric - English :


Hi Mother, Dear Mother, how are you doing?
Sorry I haven’t called recently, I’m getting by okay…
*Your body is small and so are your hands
White hairs are mixed in and you’ve grown more genial
But to me you’re still bigger than anything, stronger than anyone
I want to tell my kids about this love that supported me

Even though I grow impatient when I’m near you
When you’re far away from me I grow lonely
That’s who you are to me, you can cut through any problem and solve it
And you have the most patience and toughness of anyone I know
You would always be concerned over my well-being before your own

Cooking, doing the laundry, cleaning, raising a child
You even worked during your free time
You would only require things from the lowest places
I didn’t understand even though it was so obvious
It wasn’t until I started living by myself that I understood
Whenever I think of how much you’ve accomplished
And how hard it must have been, I feel like I can try my best today

(Repeat*)

I’d say, “Wake me up at seven a.m.”
And you would wake me up right on time
But I would be unfair to you
And say the words “shut up” while I was still half-asleep
This was the daily routine
You never made one tired face
And woke me up every day
Warmer and more accurately than any alarm clock

But then one day I skipped school and said, “I don’t wanna go”
I wouldn’t leave my futon and you stood in front of me
Hid your face with both hands and cried loudly
I also felt sad and cried
At that time I blamed myself wondering, “How could I be so stupid?”

Your body is small and so are your hands
White hairs are mixed in and you’ve grown more genial
But to me you’re still bigger than anything, stronger than anyone
I give you thanks for this love that supported me, my mother

I know there’s nothing more painful in the world
Than a parent burying their child
So I’ll make sure it never happens
Even if I only live one second longer than you
I’ll make sure of it…

I’m glad I’m your child
I’m glad you’re my mother
And that won’t ever change
It won’t ever change for all time
Because I am the very image of you…

(Repeat*)

Be my mother forever
Be well forever
You still have one more job left to do
And that’s to accept your son’s love and respect for you…

[+]Read More...

Share/Save/Bookmark
Posted by Ahmad Sheva and filed under | 0 Comments »

Antara Minah , Tiga Biji Kakao , dan Koruptor

Posted on 21 November 2009 | 6 Comments
tags :

Kompas - Minah (55) hanya dapat meremas kedua belah tangannya untuk menepis kegalauan agar tetap tegar saat menyampaikan pembelaan atau pleidoi di hadapan majelis hakim di Pengadilan Negeri Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Kamis (19/11).

Tanpa didampingi pengacara, ia menceritakan bahwa alasannya memetik tiga buah kakao di kebun PT Rumpun Sari Antan 4, pertengahan Agustus lalu, adalah untuk dijadikan bibit.

Nenek tujuh cucu yang buta huruf ini sesekali melemparkan pandangan kepada beberapa orang yang dikenal guna memperoleh kekuatan. Ia berusaha memastikan bahwa pembelaannya dapat meyakinkan majelis hakim.

Dengan menggunakan bahasa Jawa ngapak (dialek Banyumasan) bercampur bahasa Indonesia, Minah menuturkan, tiga buah kakao itu untuk menambah bibit tanaman kakao di kebunnya di Dusun Sidoharjo, Desa Darmakradenan, Kecamatan Ajibarang, Kabupaten Banyumas. ”Kalau dipenjara, inyong (saya) enggak mau Pak Hakim. Namung (cuma) tiga buah kakao,” ujar Minah kepada majelis hakim.

Minah mengaku sudah menanam 200 bibit pohon kakao di kebunnya, tetapi ia merasa jumlah itu masih kurang. Namun, belum sempat buah tersebut dibawa pulang, seorang mandor perkebunan, Sutarno, menegurnya. Minah lantas meminta maaf dan meminta Sutarno untuk membawa ketiga buah kakao tersebut.

Alih-alih permintaan maafnya diterima, manajemen PT RSA 4 malah melaporkan Minah ke Kepolisian Sektor Ajibarang, akhir Agustus lalu. Laporan itu berlanjut pada pemeriksaan kepolisian dan berakhir di meja hijau.

Minah sudah berusaha melepaskan diri dari jerat hukum. Tapi usahanya sia-sia. Hukum yang mestinya mengayomi masyarakat dengan menegakkan keadilan, bagi nenek Minah, ternyata tak punya nurani. Hukum kita rupanya tak memberi ampun bagi orang kecil seperti Minah. Tetapi, koruptor pencuri miliaran rupiah uang rakyat melenggang bebas dari sanksi hukum.

Di Jawa Tengah, misalnya, empat bekas anggota DPRD dan aparat Pemerintah Kota Semarang yang menjadi terpidana kasus korupsi dana APBD Kota Semarang tahun 2004 sebesar Rp 2,16 miliar divonis bebas. Mereka bebas dari sanksi hukum setelah Mahkamah Agung (MA) mengabulkan permohonan peninjauan kembali mereka. MA menyatakan keempat terpidana itu tidak melakukan tindak pidana.

Muramnya penuntasan masalah hukum di Jateng masih ditambah lagi dengan putusan hakim yang hanya memberikan hukuman percobaan kepada pelaku tindak pidana korupsi. Salah satunya dijatuhkan kepada Ketua DPRD Jateng periode 1999-2004, Mardijo. Terdakwa korupsi dobel anggaran APBD Jateng sebesar Rp 14,8 miliar ini hanya diberi hukuman percobaan selama dua tahun.

Minah memang tak mengerti masalah hukum seperti para terpidana dan terdakwa kasus korupsi itu. Namun, dengan berkata jujur, ia memiliki keyakinan bahwa ia mampu menghadapi rimba hukum formal yang tidak dimengertinya sama sekali.

Terhitung tanggal 13 Oktober sampai 1 November, Minah menjadi tahanan rumah, yakni sejak kasusnya dilimpahkan dari kepolisian kepada Kejaksaan Negeri Purwokerto. Sejak itu hingga sekarang, ia harus lima kali pergi pulang memenuhi panggilan pemeriksaan di Kejaksaan Negeri Purwokerto, dan persidangan di Pengadilan Negeri Purwokerto.

Rumah Minah di dusun, di pelosok bukit. Letaknya sekitar 15 kilometer dari jalan utama Ajibarang-Wangon. Perjalanan ke Purwokerto masih menempuh jarak sejauh 25 kilometer lagi. Jarak sepanjang itulah yang harus ditempuh Minah setiap kali memenuhi panggilan Kejaksaan Negeri Purwokerto dan Pengadilan Negeri Purwokerto.

Satu kali perjalanan ke Purwokerto, Minah mengaku, bisa menghabiskan Rp 50.000 untuk naik ojek dan angkutan umum. Ditambah lagi untuk makan selama di perjalanan. ”Kadang disangoni anak kula (kadang dibiayai anak saya),” katanya.

Sebelum menyampaikan putusan, majelis hakim juga pernah bertanya kepada Minah, siapa lagi yang memberikannya ongkos ke Purwokerto. ”Saya juga pernah dikasih Rp 50.000 sama ibu jaksa, untuk ongkos pulang,” kata Minah sambil menoleh kepada jaksa penuntut umum Noor Haniah.

Noor Haniah yang mendengar jawaban itu hanya dapat memandang lurus ke Minah.

Elegi Minah tentang tiga kakao yang diambilnya melarutkan perasaan majelis hakim. Saat membacakan pertimbangan putusan hukum, Ketua Majelis Hakim Muslich Bambang Luqmono sempat bersuara tersendat karena menahan tangis.

Muslich mengaku tersentuh karena teringat akan orangtuanya yang juga petani.

Majelis hakim memutuskan, Minah dihukum percobaan penjara 1 bulan 15 hari. Jadi, Minah tak perlu menjalani hukuman itu, dengan catatan tidak melakukan tindak pidana lain selama masa percobaan tiga bulan.

Persidangan ditutup dengan tepuk tangan para warga yang mengikuti persidangan tersebut.

Kasus Minah bisa menjadi contoh bahwa penuntasan masalah hukum di negeri ini masih saja berlangsung tanpa mendengarkan hati nurani, yaitu rasa keadilan....



Mengutip pernyataan seseorang dari milis yang saya ikuti :

"Terus terang.... Saya sangat malu. Saya jadi teringat perdebatan saya dengan kakak saya dan suaminya yang berdiam di Malaysia. Mereka benar......

Mereka berkata:
"Indonesia punya banyak orang pintar. Sebagian besar guru, dosen, peneliti, ilmuwan di Malaysia bahkan guru mengaji berasal dari Indonesia, tapi Indonesia tidak pintar mengurus negeri. Indonesia tidak tahu mengatur hukum. Indonesia terlalu egois melihat kekurangan
diri sendiri dan terlalu sibuk membela diri daripada memperbaiki kesalahan itu sendiri....."


Saya hanya memandang ke tanah... dan bergumam, "Kakak dan abang, mungkin kalian benar"


Ironi, disaat para koruptor yang merugikan negara puluhan milyar masih bebas berkeliaran dan masalahnya menjadi semakin berlarut-larut tanpa penyelesaian, untuk pelanggaran hukum yang tidak sebanding yang dilakukan oleh rakyat kecil, maka hukum dengan serta merta ditegakkan. Sudah hilangkah rasa kemanusiaan di hati para pejabat? Di saat mereka masih sibuk menentukan siapa yang benar dan salah dalam kasus KPK, di saat itu pula setiap harinya 13 orang meninggal di kabupaten Yahukimo, Papua. Nasionalisme ditelan egoisme, eh??

[+]Read More...

Share/Save/Bookmark
Posted by Ahmad Sheva and filed under | 6 Comments »

Sepertinya Saya Tahu Rasanya

Posted on 02 Oktober 2009 | 12 Comments
tags :

seperti biasa, malam ini begitu sampai rumah hal pertama yang saya lakukan adalah menyalakan komputer (lebih tepatnya login ke desktop, karena komputer saya sudah menyala sejak 2 hari yang lalu tanpa berhenti) . tak ada yang spesial dengan apa yang saya lakukan pada malam ini . sebagaimana hari-hari sebelumnya, saya membuka application yang ada di dock secara berurutan . gak ada perubahan juga dari sistematika application openingnya . firefox, pidgin, songbird . selalu begitu . dan begitu firefox terbuka, urutan sites yang saya buka pun tak berubah dari beberapa bulan yang lalu . yahoo mail, gmail, facebook . baru setelah itu membuka news site macam kompas, detik, washingtonpost, jakartapost . di lanjutkan dengan membuka forum favorit saya, kaskus dan warez-bb . forum pertama untuk cari info, yang kedua untuk cari stuff buat di download .



email terbuka dan muncullah berbagai macam diskusi dari milis yang saya ikuti . dari yang hanya debat kusir tentang hal gak jelas sampai pembahasan ilmiah yang menarik . facebook terbuka dan muncullah notification yang bejibun . gak ada yang menarik , selain foto bergaya lucu salah seorang teman . dan jadilah foto itu ajang saling mengejek . lumayan lah jadi hiburan anak kuliah yang lagi stres . hal yang sama pun terjadi ketika membuka pidgin . hanya offline massage yang seperti biasa . kecewa , karena tidak ada message darinya . bahkan sekedar buzz .

dan yah , sepertinya hari ini saya harus menunggu lagi . menunggu saat dimana saya bisa tersenyum sendiri karena kata-katanya yang hampir selalu lebay dan nasihatnya secara tidak langsung . mengingat itu, rencana untuk belajar buat exam terlupa . ah, sepertinya saya mulai sedikit tahu jawaban dari pertanyaan yang saya ajukan beberapa tahun lalu ke salah seorang teman saya, "gimana sih rasanya jatuh cinta?"

[+]Read More...

Share/Save/Bookmark
Posted by Ahmad Sheva and filed under | 12 Comments »

Pernah Ada Masa-Masa

Posted on 26 September 2009 | 5 Comments
tags :

oleh : Salim A. Fillah

pernah ada masa-masa dalam cinta kita
kita lekat bagai api dan kayu
bersama menyala, saling menghangatkan rasanya
hingga terlambat untuk menginsyafi bahwa
tak tersisa dari diri-diri selain debu dan abu

pernah ada waktu-waktu dalam ukhuwah ini
kita terlalu akrab bagai awan dan hujan
merasa menghias langit, menyuburkan bumi,
dan melukis pelangi
namun tak sadar, hakikatnya kita saling meniadai

di satu titik lalu sejenak kita berhenti, menyadari
mungkin hati kita telah terkecualikan dari ikatan di atas iman
bahkan saling nasehatpun tak lain bagai dua lilin
saling mencahayai, tapi masing-masing habis dimakan api

kubaca cendikiawan dinasti ming, feng meng long
menuliskan sebaitnya dalam ‘yushi mingyan’;
“bungapun layu jika berlebih diberi rawatan
willow tumbuh subur meski diabaikan”

maka kitapun menjaga jarak dan mengikuti nasihat ‘ali
“berkunjunglah hanya sekali-sekali, dengan itu cinta bersemi”

padahal saat itu, kau sedang dalam kesulitan
seperti katamu, kau sedang perlu bimbingan
maka seolah aku telah membiarkan
orang bisu yang merasakan kepahitan
menderita sendiri, getir dalam sunyi
-ataukah memang sejak dulu begitulah aku?-

dan sekarang aku merasa bersalah lagi
seolah hadirku kini cuma untuk menegur
hanya mengajukan keberatan, bahkan menyalahkan
bukan lagi penguatan, bukan lagi uluran tangan
-kurasa uluran tanganku yang dulupun membuat kita
hanya berputar-putar di kubangan yang kau gali itu-

kini aku hanya menangis rindu membaca kisah ini;
satu hari abu bakr, lelaki tinggi kurus itu menjinjing kainnya
terlunjak jalannya, tertampak lututnya, gemetar tubuhnya
“sahabat kalian ini”, kata Sang Nabi pada majelisnya, “sedang kesal
maka berilah salam padanya dan hiburlah hatinya..”

“antara aku dan putera al khaththab”, lirih abu bakr
dia genggam tangan nabi, dia tatap mata beliau dalam-dalam
“ada kesalahfahaman. lalu dia marah dan menutup pintu rumah.
kuketuk pintunya, kuucapkan salam berulangkali untuk memohon maafnya,
tapi dia tak membukanya, tak menjawabku, dan tak juga memaafkan.”

tepat ketika abu bakr selesai berkisah, ‘umar datang dengan resah
“sungguh aku diutus pada kalian”, Sang Nabi bersabda
“lalu kalian berkata ‘engkau dusta!’, wajah beliau memerah
“hanya abu bakr seorang yang langsung mengiya, ‘engkau benar!’
lalu dia membelaku dengan seluruh jiwa dan hartanya.
masihkah kalian tidak takut pada Allah untuk menyakiti sahabatku?”

‘umar berlinang, beristighfar dan berjalan simpuh mendekat
tapi tangis abu bakr lebih keras, air matanya bagai kaca jendela lepas
katanya, “tidak ya Rasulallah.. tidak.. ini bukan salahnya..
demi Allah akulah memang yang keterlaluan. .”
lalu diapun memeluk ‘umar, menenangkan bahu yang terguncang

ya Allah jika kelak mereka berpelukan lagi di sisiMu
mohon sisakan bagian rengkuhannya untuk kami
pada pundak, pada lengan, pada nafas-nafas ini.

[+]Read More...

Share/Save/Bookmark
Posted by Ahmad Sheva and filed under | 5 Comments »

Ku Beli Waktu Kamu, Nak

Posted on 17 September 2009 | 3 Comments
tags :

should we leave behind our parents after what they did to us?
Al kisah, seorang pemuda yang dibesarkan dengan belaian kasih ibu tercintanya.
setelah berajak usia produktif, muncul keinginan besar dari pemuda tersebut ingin mandiri dan membahagiakan ibunya.
wal hasil.. dengan kerelaan yang berat, sang ibu merelakan anaknya merantau ke negeri seberang yang konon perekonomiannya jauh diatas bangsa ini, apa lagi dibandingkan dengan ekonomi di kampungnya.

seiring waktu dan secara bertahap sang anak mengalami kesuksesan di rantau, kesuksesan yang disertai dengan kesibukan yang seimbang. Gajinya yang tergolong besar bahkan sangat besar jika dibanding dengan pembesar yang ada di negeri ini memang layak diterima sang anak jika dilihat dengan aktivitas dan kesibukannya.

keinginan untuk membahagikan ibunya di kampung tetap merupakan skala prioritasnya. Hampir tiap bulan sang anak memberi ibunya uang yang nilainya sangat besar. Sang ibu membuat kantong dari kain, setiap kali sang ibu mendapatkan uang kiriman anaknya, sang ibu menyimpannya di kantong kain tersebut.


waktu terus berlalu.., sudah bertahun tahun sang anak tidak pulang. uang kiriman sang anak sudah memenuhi isi kantong kain milik ibunya, tidak terhitung lagi jumlah bersihnya. yang jelas jumlahnya jauuuh melebihi gaji sang anak untuk tiap bulannya.

Pagi hari raya pun tiba...
ini adalah pagi hari raya ke 5 kalinya sang anak tidak pulang ke kampung halamannya. Sang ibu duduk sendirian dikursi santainya, secarik kertas yang bertuliskan sederet nomor terlihat erat digenggaman sang ibu, beberapa kali dibacanya, kemudian digenggamnya kembali. Dengan bantuan seseorang di kampungnya, sang ibu meminta untuk dapat berbicara kepada anaknya lewat beberapa digitit nomor yang tercantum dikertas lusuh akibat eratnya genggaman.

Jauh dirantau sana, terdengar dering telpon selluler milik sang anak. Terlihat dilayar handphone beberapa digit nomor yang tidak dikenal.
komunikasi pun tersambungkan. .
"siapa ini..??" kata anaknya.
"ini ibumu mau bicara", jawaban dari seseorang yang membantu ibunya tersebut yang sejurus kemudian memberikan ganggang telpon ke ibu pemuda tersebut.
ganggang telpon sudah ditangan sang ibu, untuk beberapa saat tidak ada kata yang bisa diucapkan sang ibu. akhirnya hanya sebait kalimat aja yang keluar dari mulut sang ibu saat itu.
"Bisa kau pulang walau untuk satu hari, Nak??". sejurus kemudian sang ibu langsung meletakkan ganggang telpon ke dudukannya semula, bersamaan dengan itu dari handphon sang anak langsung terdengar nada bit berulang-ulang yang menunjukkan putusnya komunikasi.

Sang anak sudah tidak bisa konsentrasi lagi saat itu, naluri sebagai seorang anak mencuat, sosok sang ibu langsung terlintas ditiap butiran darah yang mengaliri otaknya, otaknya benar-benar buntu untuk memikirkan apapun, yang ada dalam isi otaknya adalah "pulang dengan amat sangat segera".

Tanpa persiapan dan perencanaan apapun, sang anak membatalkan apapun yang menjadi agendanya hari itu. Dirinya segera menuju arah bandara dan menaiki pesawat yang paling cepat keberangkatannya hari itu menuju ibu kota propinsi dimana kampungnya berada. Dari ibu kota propinsi tersebut sang anak harus menaiki bus beberapa jam untuk sampai kekampung halamannya.

Tiba dikampung... .
Lama sang anak berdiri di depan halaman rumah. sebuah rumah yang sudah lama ia tinggalkan dan terlihat sepi. Air matanya mengalir sebelum sosok ibunya terlihat olehnya, sang ibu yang sudah bertahun tahun ia tinggalkan. Sang ibu masih berada dikursi santainya, tidak ada kata-kata yang terlontar ketika itu melainkan hanya sembah sujud yang disertai isak tangis dan air mata sang anak. sementara sang ibu belum menampakkan reaksi apapun, belum terlihat butiran air mata yang merembes di pelupuk matanya. sikapnya masih sulit untuk ditebak ketika itu.

Beberapa menit kemudian...
situasi pun mereda, suasana sudah mulai sedikit kondusif untuk berbicara. Segala gejolak emosi yang tadinya tertahankan dan mendesak didada telah mulai mencair dan keluar beserta deraian air mata sang anak. Mereka berdua kemudian duduk dilantai dengan alas sebuah tikar pandan. Terlihat beberapa potong kue hari raya dan gelas minuman menghiasi jarak antara mereka berdua.

"berapa gaji kau sebulan nak..??", ibunya memulai pertanyaan.
"kalau dihitung dengan mata uang kita sekitar 50 juta". Jawab sang anak.

Kemudian sang ibu beranjak dari tempat duduknya, menuju kekamarnya dan mengambil sebuah kantong kain yang berisi penuh dengan uang kiriman anaknya. Kemudian sang ibu duduk kembali ditempat duduknya semula yang berada tepat didepan anaknya. Kemudian ibunya berkata :

"Sekarang dengarkan ibu, nak." Ibunya berkata dengan suara yang berat.
"Ibu mohon kepadamu untuk satu kali ini saja…" terdengar suara ibunya yang semakin berat, dan kemudia terlihat butiran air mata yang mulai merebes dipelupuk mata ibunya.
"engkau duduk disini selama 1 jam saja bersama ibu, dan ibu bayar waktumu ini dengan semua uang ini".

author : unknown

---

orang tua saya tidak menyekolahkan saya jauh-jauh hanya untuk jadi anak durhaka. semoga hingga saat saya tiba, orangtua saya tetap menjadi prioritas dalam hidup saya. Amin.

[+]Read More...

Share/Save/Bookmark
Posted by Ahmad Sheva and filed under | 3 Comments »

How Many Other Things We Are Missing ?

Posted on 15 September 2009 | 2 Comments
tags :

Washington, DC Metro Station on a cold January morning in 2007. The man with a violin played six Bach pieces for about 45 minutes. During that time approx. 2 thousand people went through the station, most of them on their way to work. After 3 minutes a middle aged man noticed there was a musician playing. He slowed his pace and stopped for a few seconds and then hurried to meet his schedule.


  • 4 minutes later:

  • the violinist received his first dollar: a woman threw the money in the hat and, without stopping, continued to walk.

  • 6 minutes:

  • A young man leaned against the wall to listen to him, then looked at his watch and started to walk again.

  • 10 minutes:

  • A 3-year old boy stopped but his mother tugged him along hurriedly. The kid stopped to look at the violinist again, but the mother pushed hard and the child continued to walk, turning his head all the time. This action was repeated by several other children. Every parent, without exception, forced their children to move on quickly.

  • 45 minutes:

  • The musician played continuously. Only 6 people stopped and listened for a short while. About 20 gave money but continued to walk at their normal pace. The man collected a total of $32.

  • 1 hour:

  • He finished playing and silence took over. No one noticed. No one applauded, nor was there any recognition.


No one knew this, but the violinist was Joshua Bell, one of the greatest musicians in the world. He played one of the most intricate pieces ever written, with a violin worth $3.5 million dollars. Two days before Joshua Bell sold out a theater in Boston where the seats averaged $100.

This is a true story. Joshua Bell playing incognito in the metro station was organized by the Washington Post as part of a social experiment about perception, taste and people's priorities. The questions raised: in a common place environment at an inappropriate hour, do we perceive beauty? Do we stop to appreciate it? Do we recognize talent in an unexpected context?

One possible conclusion reached from this experiment could be this: If we do not have a moment to stop and listen to one of the best musicians in the world, playing some of the finest music ever written, with one of the most beautiful instruments ever made. How many other things are we missing?

--

for me, i missed the spirit of ramadhan. the worst ramadhan i've ever had.

[+]Read More...

Share/Save/Bookmark
Posted by Ahmad Sheva and filed under | 2 Comments »

Jual USB Modem : Harga Bersaing

Posted on 19 Juli 2009 | 11 Comments
tags :

Sierra 885u




Rp. 600.000

Spesifikasi:

* HSUPA (High Speed Upload Packet Access).
* download speed up to 7.2 Mbps
* upload upto 2 Mbps
* microSD slot
* TRU-Install automatic software installation
* OS Compatible list : Windows 2000, Windows XP, Windows Vista & Mac OS.
* USB Stick HSUPA Wireless Modem TERKECIL dari Sierra.
* Garansi 6 bulan

untuk yang garansi 3bulan harganya Rp.580.000,00

Hubungi saya .
--==oo00oo==--




Huawei E220




Rp 780.000

Features :

* Support 7.2Mbps HSDPA services

* Upload speed 384Kbps

* HSDPA/UMTS (850/1900/2100MHz)

* GSM/GPRS/EDGE (850/900/1800/1900MHz)

* GARANSI 1 tahun

System Requirements :
-Support Windows 2000, Windows XP, Windows Vista and Mac Operating Systems

Hubungi saya .
--==oo00oo==--


HUAWEI E172




Rp. 915.000

Vodafone Huawei E172 HSUPA USB Modem Stick

Modem terkecil Dan Elegan Untuk Internet

* HSUPA
* Download Speed up to 7,2 Mbps
* Upload Speed up to 2 Mbps
* Tutupnya ada tali jadi sulit untuk hilang
* Plug n play
* Compatible dengan semua Provider GSM
* Garansi 1 tahun
* System Requirements Windows (Vista and XP) and Mac OSX

Hubungi saya .

--==oo00oo==--


HUAWEI E156G BY THREE




Rp 560.000

* Speed Download upto 3,6 Mbps
* Speed Upload upto 384 Kbps
* MicroSD card Slot
* Plug & Play .
* OS Compatible list : Windows 2000, Windows XP, Windows Vista & Mac OS.
* Garansi 6 bulan

Hubungi saya .

--==oo00oo==--


Huawei E160




Rp. 625.000

Huawei E160 Produk dari O2
Garansi 6 bulan

Features Summary :

* HSDPA/WCDMA 2100Mhz
* Download Speed up to 3.6 Mbps

* Upload Speed up to 384 Kbps
* USB Interface
* Installs automatically and easy to use
* Micro SD Memory Card Slot (up to 4 GB)

Dimension:
Size: 70.1 mm X 25.7 mm X 11.6 mm
weight: 50g

System Requirements:
Windows 2000 / XP / Vista or Mac OS X 128MB of RAM
50MB free hard disk space
Termasuk di dalam paket:
1. Modem
2. Kabel USB
3. User Guide

Hubungi saya .

--==oo00oo==--


HUAWEI E156G Original (bukan bundlingan 3 spt biasanya)




Rp 575.000

* HSDPA
* Berbentuk USB Stick, sangat kecil,
* MicroSD Card slot
* Download Speed = 3.6Mbps
* Upload speed = 384 Kbps.
* USB 2.0 480Mbps interface . (Compatible to almost all type of computer)
* Plug & Play .
* Fully support All GSM operators
* OS Compatible list : Windows 2000, Windows XP, Windows Vista & Mac OS.
* Garansi 6 bulan

Hubungi saya .

--==oo00oo==--


HUAWEI E270 (Tersedia by Vodafone dan Tmobile)




Rp. 845.000


Main Features :

* HSUPA
* Download Speed up to 7.2Mbps
* Upload Speed up to 2Mbps
* SMS service
* Plug & Play, convenient for use
* Windows® 2000, XP & Vista Operating Systems
* Garansi 1 tahun

Hubungi saya .

--==oo00oo==--


Huawei K3520




Rp 905.000

Features:

* HSDPA
* Download Speed up to 7.2Mbps
* Upload Speed up to 384Kbps
* micro SD slot
* Unlock untuk semua operator
* GARANSI 1 tahun
* Support Windows 2000, XP, Vista, MAC OS.

Hubungi saya .

--==oo00oo==--


Option Icon 225




Rp 560.000

Option Icon 225 HSDPA 3.5G
Garansi 6 bulan

Features :
- Small USB stick from factor 63 X 26 X 13 mm, weight of 40g
- Multimode HSDPA / UMTS / EDGE / GPRS / GSM
- Worldwide coverage with quad-band EDGE / GPRS / GSM
- HSDPA up to 7.2 Mbps
- EDGE / GPRS / GSM data up to 247 Kbps
- Zero-CD Plug n Play technology
- Transparent support for IPSec and VPN technology

System requirements :
- Compatible with all modern desktop and laptop PC’s
- Windows 2000 / XP Home / XP Pro / Vosta or MAC OS X
- 4 MB of free hard disk space
- Free USB Slot

Harga di atas belum termasuk ongkos kirim. Ongkos kirim bergantung dari jarak dan jumlah. Tertarik ?

Hubungi saya via YM :

shev_edison

shev_edison@yahoo.com

NB :
- saya tidak menerima pesanan selain daripada YM atau email saya yang insyAllah aktif 24 jam .

[+]Read More...

Share/Save/Bookmark
Posted by Ahmad Sheva and filed under | 11 Comments »
 

blog.o.share © 2008 by blog.o.share | Original Designed by Design Blog | Blogger Template by ThemeLib.com